Aturan dan Tata Tertib Touring :




1. Pastikan Kendaraan Anda dalam keadaan Sehat (Cek Oli Anda, Pelumas untuk Skok, Pelumas untuk Tromol, Gas, Seker, Rem, dll yang berhubungan dengan kenyamanan motor untuk ditunggangi & Jangan lupa bawa engkol dan peralatan lainnya)

2. Periksa kelengkapan Kendaraan Anda untuk touring, Spion harus 2, Ban dan Velg harus Standard, Lampu Sent Kiri, Kanan, Depan dan Belakang, Lampu Depan (Baik Lampu Kota Maupun Lamu jarak Jauh) harus aktif semua tanpa problem, Knalpot harus Standard, Jok Sadel Jangan sampai ketipisan, tak boleh lupa bawa SIM dan STNK.

3. Pikirkan medan yang Anda Lewati nantinya Kuat untuk Kerja motor atau tidak. Jika kemungkinan motor Anda tidak kuat, jangan dipaksakan untuk touring.

4. Motor harus Sehat, Pengemudi dan Penumpang Juga Harus SEHAT.

5. Jangan Paksakan touring kalau keadaan kesehatan Anda masih fifty-fifty. Pastikan benar-benar sehat.

6. Mental Anda pun juga harus siap 100%.

7. Bawa Mantel untuk mengantisipasi datangnya hujan.

8. Bawa Baju ganti.

9.Bawa obat-obatan untuk masing-masing pribadi.

10. Bawa Lampu POLANTAS untuk mengkordinir teman-teman. Minimal 1 di depan untuk membuka jalan.

11. Bawa uang saku hal yang paling utama juga.

12. Buatlah planning keberangkatan dan tiba ditempat, serta kepulangan. Supaya acara tidak semrawut.

13. Bawalah Peta menuju Lokasi. Kalau peta tidak banyak membantu, maka janganlah takut bertanya pada warga.

14. Mintalah ijin kepada orangtua Anda sebelum hari H, maksimal 2 hari sebelum hari H.

15. Pamit Kepada Orangtua sebelum berangkat. Mohon doa restunya.

16. Berdoa sebelum berangkat. Supaya Berangkat, dalam dan pulang diberi kesehatan dan keselamatan.

17. Jangan lupakan kewajiban beribadah

HARGAI PENGGUNA JALAN YANG LAIN !!!


Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Wow...Gaji Bechkam Lebih Dari 60 Juta Perhari...

Bintang lapangan hijau yang satu ini memang luar biasa! Bayangkan saja, sebagaimana dilansir dari contactmusic.com, rata-rata penghasilan David Beckham perharinya mencapai £33,000, atau sekitar Ro 60 Juta pada tahun 2010 lalu. Namun jumlah tersebut kemungkinan lebih besar, karena David juga punya usaha lain.

Berdasarkan data dari perusahaan Footwork Productions, pemain sepakbola berusia 36 tahun tersebut dilaporkan mendapat bayaran senilai £4.5 juta dari klub Los Angeles Galaxy dan mendapat sekitar £12 juta dari para sponsorship, yaitu produk pena Sharpie, produk pakaian Armani dan produk olahraga Adidas. Itu belum termasuk penghasilan dari usaha yang dibangunnya bersama sang istri, Victoria Beckham.


Kontrak David, yang kini telah menjadi ayah dari empat orang anak tersebut, dengan pihak Los Angeles Galaxy akan segera berakhir per bulan depan. Namun dia belum memutuskan akan pindah ke klub yang mana. Sebenarnya dia telah dikontrak untuk masuk klub Tottenham Hotspur, namun kabarnya Victoria tidak menyepakatinya.

Alasan Victoria sendiri adalah karena, dirinya sudah merasa menemukan keluarga bahagia sejak kepindahan mereka California pada tahun 2007. Dia merasa tempat itu sangat cocok untuk membesarkan putrinya yang kini baru berusia dua bulan, Harper sehingga enggan kembali ke Inggris. (kpl/ICH)

Source : metrotvnews.com

Ternyata Honda Tertarik Madrid, Bukan Man City

Kompetisi di Negeri Matador itu lebih menarik dan kompetitif.


Harapan Manchester City memboyong bintang timnas Jepang Keisuke Honda sepertinya sulit terwujud. Gelandang CSKA Moscow ini hanya tertarik Liga Spanyol atau La Liga.

Ya, Honda mengaku tak akan meninggalkan CSKA jika tak hijrah ke klub La Liga. Menurutnya, kompetisi di Negeri Matador itu lebih menarik dan kompetitif di banding Serie A atau Premier League.

Terlebih CSKA musim depan juga akan tampil di ajang Champions League, kompetisi antar klub terbaik Eropa. "Saya katakan beberapa kali bahwa saya senang bermain di Spanyol, yang lebih kompetitif," ujar Honda kepada Sponichi.

"Bagaimanapun, saya punya sebuah kontrak dan di musim depan kami akan bermain di Champions League. Saya tidak berpikir bertahan akan menjadi sebuah keputusan buruk," lanjut Honda.
Lalu, jika memang harus meninggalkan CSKA, klub Spanyol mana yang ingin dibela mantan pemain Nagoya Grampus ini? Gelandang 25 tahun ini dengan pasti menyebut Real Madrid sebagai targetnya.

Honda saat ini tengah bergabung dengan rekan-rekannya di timnas Jepang untuk persiapan menyambut laga kontra Republik Ceko di ajang Kirin Cup yang akan digelar di Yokohama, 7 Juni mendatang.


• VIVAnews



Tawaran Milan ke Cesc Fabregas Menggiurkan

Selain harga tinggi, Fabregas juga akan ditawari dua pemain yang akan jadi tandemnya.




Scudetto Serie A 2010/2011, AC Milan yakin bisa mendatangkan gelandang baru berlabel bintang untuk musim depan. Bintang tersebut adalah Kapten Arsenal, Cesc Fabregas.

Seperti diberitakan Tuttosport, Milan bahkan sudah menyiapkan uang €30 juta atau sekitar Rp370 miliar ditambah dua pemain untuk Fabregas. Pemain yang hendak ditukar juga bukan sembarangan, melainkan generasi muda Milan yang bertalenta.

Dikabarkan ada empat pemain yang akan diajukan dan Arsenal tinggal pilih dua dari daftar tersebut. Keempat pemain itu adalah Alexander Merkel, Urby Emanuelson, Alberto Paloschi, dan Rodney Strasser.

Dua nama pertama sepertinya yang paling menggiurkan. Merkel telah menunjukkan kapasitasnya sebagai pemain muda dengan potensi bagus, sementara Emanuelson sudah diakui bagus saat di Ajax Armsterdam.

Fabregas memang pernah menyatakan keinginannya untuk membela Barcelona. Namun, hingga kini belum ada kelanjutan dan kepastian dari tim Catalan itu. Sebaliknya, Madrid justru mulai menyodorkan tawaran untuk menyalip niat rivalnya itu.

Setidaknya, bila Fabregas benar-benar akan hengkang, ada tiga klub besar sarat prestasi yang siap memberikan trofi Liga Champions. Gelar yang belum pernah ia raih bersama The Gunners.


• VIVAnews


Bersatunya 5 Pemain Madrid & 6 Pemain Barca

Pernyataan 'damai' juga dilontarkan pemain Barca, Andres Iniesta.



Pemain Real Madrid dan Barcelona harus menyingkirkan persaingan di antara mereka saat memperkuat tim nasional Spanyol yang akan menghadapi Amerika Serikat, Sabtu 4 Juni 2011. Tim Matador ditantang The Yanks -julukan AS- di Gillette Stadium, Foxborough, AS, untuk laga persahabatan.

Seperti dilansir MLS Soccer, Jumat 3 Juni 2011, pelatih Vicente del Bosque akan memasukkan lima pemain Madrid dan enam pemain Barca dalam tim inti. Sehabis melawan AS, tim Matador selanjutnya akan bertolak ke Venezuela untuk pertandingan persahabatan berikutnya.

"Tidak ada masalah di antara para pemain. Ada atmosfir baik yang tercipta dan ada hasrat untuk bermain baik di dua pertandingan nanti," kata del Bosque.


Pernyataan 'damai' juga dilontarkan pemain Barca, Andres Iniesta. Menurut pemain yang membantu Barca memenangi Trophy Liga Champions 2011 itu di timnas Spanyol ada sesuatu yang berbeda untuk dipertahankan.

Sebelumnya, bara persaingan antara Barca dan Madrid mulai panas lagi sejak pertemuan keduanya di La Liga dan Liga Champions musim 2010-11. Kedua klub ini bahkan saling lapor soal kelakuan pemain mereka di semifinal Liga Champions pada April lalu.


• VIVAnews

Sejarah 103 Tahun Kejayaan Manchester United (1908-2011)

Manchester United memiliki sejarah panjang di pentas sepakbola Inggris. Setan Merah menegaskan kejayaannya selama 103 tahun sampai meraih trofi ke-19 Liga Inggris yang bernama Premier League musim ini.

MU kali pertama menjadi jawara Inggris pada 1908. Banyak catatan hebat, rekor dan drama menyertai sukses tim asal Kota Manchester itu. Glory.. Glory.. Glory Manchester United!

Berikut tahun demi tahun catatan juara The Red Devils seperti dihimpun Telegraph:

1908
Manajer: Ernest Mangnall
Pemain bintang: Sandy Turnbull
Turnbull punya tipe bak Wayne Rooney kini. Pemain asal Skotlandia bernomor 10 ini hijrah ke Manchester City setelah terlibat dalam skandal pembayaran ilegal. Ia terbunuh saat berusia 33 di Perang Dunia I.
Selisih poin: 9 dengan runner up Aston Villa
Rata-rata penonton: 22.901

1911
Manajer: Ernest Mangnall
Pemain bintang: Enoch West
Striker yang mencetak 19 gol dari 35 laga setelah direkrut dari Nottingham Forest. Ia dan Turnbull dinyatakan bersalah dalam kasus pengaturan skor pada 1915.
Selisih poin: 1 (Aston Villa)
Rata-rata penonton: 29.055

1952
Manajer: Matt Busby
Pemain bintang: Jack Rowley
Veteran Perang Dunia ini mencetak 30 gol meski baru saja menjalani perang. Ia menjadi tukang pos setelah pensiun di Oldham.
Selisih poin: four (Tottenham)
Rata-rata penonton: 41.354

1956
Manajer: Matt Busby
Pemain bintang: Tommy Taylor
Target man yang sangat tajam sehingga membuat Inter Milan menawari rekor dunia transfer saat itu £65.000 pada 1957. Taylor meninggal di usia 26 dalam kecelakaan pesawat di Munich.
Selisih poin: 11 (Blackpool)
Rata-rata penonton: 38.893

1957
Manajer: Matt Busby
Pemain bintang: Billy Whelan
Pemain Irlandia yang mencetak 52 gol dalam 92 laga bersama MU. Whelan meninggal pada usia 22 dalam kecelakaan pesawat di Munich. Ia dikenal dengan kemampuan dribbler yang hebat.
Selisih poin: 8 (Tottenham)
Rata-rata penonton: 48.679

1965
Manajer: Matt Busby
Pemain bintang: Denis Law
Dikenal sebagai 'The King’ alias Sang Raja selama 13 tahun karirnya di Old Trafford. Noda Law hanya karena gol terakhir karirnya untuk Manchester City membuat MU terdegradasi.
Selisih poin: 0, selisih gol (Leeds)
Rata-rata penonton: 44.886

1967
Manajer: Matt Busby
Pemain bintang: George Best
Pemain kharismatis yang bertalenta hebat. Best dikenal sebagai pemain terbaik Inggris hingga kini. Best mengiinspirasi MU meraih Piala Champions untuk kali pertama di musim berikutnya.
Selisih poin: 4 (Nottingham Forest)
Rata-rata penonton: 54.726

1993
Manajer: Alex Ferguson
Pemain bintang: Mark Hughes
Sparky, panggilan akrab Hughes digambarkan Ferguson sebagai, “pemain spesialis laga-laga besar.” Hughes juga menjalin kerjasama apik dengan Eric Cantona.
Selisih poin: 10 (Aston Villa)
Rata-rata penonton: 33.898

1994
Manajer: Alex Ferguson
Pemain bintang: Eric Cantona
Perekrutan Cantona dari Leeds United menjadi katalis bagi MU meraih trofi pertama Premier League. Di musim berikutnya, Cantona membawa Setan Merah menjadi double winner bersama Piala FA.
Selisih poin: 8 (Blackburn)
Rata-rata penonton: 43.515

1996
Manajer: Alex Ferguson
Pemain bintang: Eric Cantona
Tim MU semakin muda dalam peremajaan Ferguson, tapi Cantona masih menjadi pusat permainan dan terpilih sebagai Pemain Terbaik Premier League Musim ini.
Selisih poin: 4 (Newcastle)
Rata-rata penonton: 40.851

1997
Manajer: Alex Ferguson
Pemain bintang: David Beckham
Bakat besar Beckham dihiasi kemampuan mencetak gol 'ajaib' dari lapangan tengah dalam laga pembuka musim. Becks kemudian menjadi pesepakbola paling terkenal di selruh dunia, bahkan hingga kini.
Selisih poin: 7 (Newcastle)
Rata-rata penonton: 54.345

1999
Manajer: Alex Ferguson
Pemain bintang: Dwight Yorke
Striker kelahiran Tobago ini menjadi predator dari empat striker yang selalu dirotasi MU saat menjadi treble winner.
Selisih poin: 1 (Arsenal)
Rata-rata penonton: 54.056

2000
Manajer: Alex Ferguson
Pemain bintang: Roy Keane
Pusat kekuatan MU meraih trofi di eranya. Keane juga menegaskan sebagai pejuang di lapamngan tengah berteknik kelas dunia.
Selisih poin: 18 (Arsenal)
Rata-rata penonton: 57.570

2001
Manajer: Alex Ferguson
Pemain bintang: Teddy Sheringham
Menjalani karir terbaik di usia 35, menggantikan peran Yorke dan memenangi penghargaan Pemain Terbaik.
Selisih poin: 10 (Arsenal)
Rata-rata penonton: 67.070

2003
Manajer: Sir Alex Ferguson
Pemain bintang: Ruud van Nistelrooy
Dibeli £18.5 juta pada 2001, Ruud mencetak 23 gol di musim debutnya bersama MU. Ia juga mengemas 25 gol saat kembali meraih trofi Premier League musim berikutnya.
Selisih poin: 5 (Arsenal)
Rata-rata penonton: 66.220

2007
Manajer: Sir Alex Ferguson
Pemain bintang: Cristiano Ronaldo
Bergabung dengan MU saat berusia 18, Ronaldo butuh 3 tahun untuk menjadi bintang. Pada musim 2006-07, CR7 bergabung dengan Andy Gray yang mampu meraih penghargaan ganda Pemain Terbaik PFA dan Pemain Muda Terbaik di musim yang sama.
Selisih poin: 6 (Chelsea)
Rata-rata penonton: 74.937

2008
Manajer: Sir Alex Ferguson
Pemain bintang: Cristiano Ronaldo
Mengemas 31 gol dalam 34 laga Premier League, Ronaldo mencatat rekor sebagai pemain satu-satunya sayap yang mampu melakukannya.
Selisih poin: 2 (Chelsea)
Rata-rata penonton: 75.428

2009
Manajer: Sir Alex Ferguson
Pemain bintang: Ryan Giggs
Nemanja Vidic dipilih sebagai pemain terbaik MU, tapi pesona Giggs tak terbantahkan seperti ketika ia meraih penghargaan BBC Sports Personality of the Year.
Selisih poin: 4 (Liverpool)
Rata-rata penonton: 73.248

2011
Manajer: Sir Alex Ferguson
Pemain bintang: Nemanja Vidic
Duet Vidic dengan Rio Ferdinand menjadi duet bek terbaik di era Ferguson bertahta di Old Trafford.
Selisih poin: sementara 7 sisa 1 laga (Chelsea)
Rata-rata penonton: 75.093 sisa satu laga


Source : VIVAnews

Vidic : Barcelona Lebih Difavoritkan di Final

Kapten Manchester United, Nemanja Vidic, menilai Barcelona lebih difavoritkan pada final Liga Champions yang akan berlangsung di Stadion Wembley, 28 Mei mendatang.

Vidic sempat merasakan kehebatan Barcelona ketika kalah 2-0 di final Liga Champions 2009. Bek internasional Serbia itu tidak mampu berbuat banyak ketika Samuel Eto'o dan Lionel Messi membobol gawang Edwin van der Sar.

Vidic menilai Barcelona akan kembali menjadi favorit ketika berhadapan dengan MU di final. Meski begitu, Vidic menilai timnya sudah mengetahui permainan Barcelona.

"Mereka (Barcelona) tidak mengubah gaya permainan mereka, meski begitu mereka tetap lawan yang tangguh dan jelas jadi favorit di final," ujar Vidic kepada b92.net.

"Mungkin kami sedikit diuntungkan mengenai logistik, karena kami lebih dekat dengan venue pertandingan, tapi kami tahu fans mereka akan datang seperti fans kami," lanjut Vidic.

Meski final Liga Champions sudah ada di pikiran Vidic, namun bek 30 tahun tersebut menegaskan MU masih fokus merebut gelar Liga Inggris. Pasalnya, The Red Devils tinggal membutuhkan satu poin untuk menjadi juara.

"Kami belum punya waktu untuk memikirkan Barcelona, karena kami konsentrasi ke pertandingan berikutnya melawan Blackburn, dan untuk memastikan kami memenangkan Liga Inggris. Setelah itu kami bisa fokus ke Barcelona," tegas Vidic.

Source : VIVAnews

Mau Dibawa Kemana Sepakbola Indonesia ???

Berbulan-bulan yang lalu rakyat Indonesia yang ada di seuruh penjuru dunia tak pernah memejamkan mata hanya untuk mendukung total TIMNAS NDONESIA dalam Suzuki AFF Cup (Piala AFF).Namun kini gelaran Piala AFF telah usai,Timnas Indonesia pun belum bisa mewujudkan impian ratusan juta Rakyat Indonesia yang menginginkan Indonesia sebagai nomor 1 di Asia Tenggara.Hal itu diraih setelah Indonesia hanya menempati runner up di bawah sang Juara,Malaysia.Walaupun begitu,tak ada keresahan yang begitu berarti dalam wajah rakyat Indonesia.Semua bangga atas pencapaian tersebut,mungkin belum saatnya Indonesia untuk Juara.

Beralih dari Gelaran Piala AFF,berjarak satu bulan setelah Piala AFF usai,rakyat Indonesia bergeliat lagi setelah bergulirnya Liga Primer Indonesia (LPI) yang dibuka pada 9 Januari 2011 di Stadion Manahan Solo. LPI yang kini masih diikuti 19 tim mempunyai banyak masalah dalam perjalanannya menuju cita-citanya “Menuju Sepakbola Profesional.” Masalah dalam hal materi maupun non materi datang hampir setiap saat walaupun sudah banyak Sponsor besar yang mendukungnya,tapi masih belum bisa mengatasi masalah-masalah tersebut.

Masalah awal adalah pandangan masyarakat yang merendahkan LPI karena tim yang mengikuti kompetisi tersebut adalah tim kacangan.Masalah kedua datang dari PSSI yang mengancam akan memberikan sanksi seberat-beratnya kepada seluruh warga LPI jika LPI tetap berjalan.PSSI menganggap LPI adalah Liga Ilegal di Indonesia,karena Induk organisasi sepakbola tertinggi di Indonesia yang di akui FIFA hanyalah PSSI.Jadi setiap ada agenda sepakbola,semuanya harus dibawah naungan PSSI sedangkan LPI adalah organisasi baru yang berdiri sendiri yang tidak mendapat izin PSSI untuk menggulirkan suatu Liga di Indonesia.

Tak hanya PSSI saja yang mengecam LPI,para supporter pun banyak yang mengecam serta menghujat LPI dan berharap tim kesayangannya tidak membelot ke LPI seperti halnya PERSEMA,PERSIBO dan PSM Makassar.

Namun sekarang keadaan sudah berubah,banyak para supporter dan tim di bawah naungan PSSI yang ingin keluar dan bergabung ke LPI.Semua itu diakibatkan bobroknya sistem kerja PSSI yang saat ini masih didalangi oleh Nurdin Halid. Pecinta sepakbola tanah air menganggap bahwa rusaknya sistem kerja PSSI adalah ulah tingkah Nurdin Halid.Yang secara teoritis,bahawa seorang yang sedang/pernah mendapat hukuman pidana tidak boleh menjadi pemimpin,dan itupun juga sudah di muat dalam pasal-pasal Undang-undang PSSI.Tapi mengapa ketika Nurdin mendapat hukuman pidana akibat korupsi tidak mau melengserkan jabatannya??? Itulah awal rusaknya sepakbola Indonesia.Masyarakat pun semakin menambah rasa tak prcaya kepada PSSI setelah terdengar issu tentang penjualan laga final piala AFF antara Indonesia dan Malaysia serta nurdin yang menerima jatah korupsi dari manajer Persisam yang mengkatrol Beras Bulog.

Oleh sebab itu,banyak tim dan supporter Indonesia yang ingin membelot ke LPI yang sekarang dianggap sebagai Liga paling dewasa,yang tak menggantungkan sumber dana pada APBD,dan diolah secara professional yang berbeda jauh dengan PSSI. Seperti mottonya LPI “Kejujuran Dimulai Dari Lapangan Hijau,”berarti LPI bnar-benar ingin mewujudkan sepakbola Indonesia sebagai sepakbola yang bersih tanpa ada main-main di balik layar sehingga bisa mengurangi perkelahian antar pemain dengan wasit,pemain dengan pemain,supporter dll.

Dan semua itu hanyalah pandangan masyarakat semata,untuk merevolusi sepakbola Indonesia menjadi sepakbola Profesional bukanlah semudah itu.Tapi juga harus ada faktor pendukung yakni persatuan dan kesatuan serta kedewasaan masayarakat untuk mendukung dan ikut serta memajukan sepakbola Indonesia,karena tanpa itu semua takkan ada hasilnya untuk menjadi professional.PSSI pun akan semakin bobrok dan LPI pun juga takkan ada artinya tanpa faktor tersebut dan mau dibawa kemana Sepakbola Indonesia ini ???????(HSN)

Dikasari saat Uji Coba,Riedl Stop Laga



Alfred Riedl mengawasi latihan timnas (ANTARA/Puspa Perwitasari)


VIVAnews - Pelatih tim nasional Indonesia U-23, Alfred Riedl tak ingin pemainnya cedera dalam ujicoba melawan Pelita Jaya junior, Sabtu 5 Februari 2011.

Untuk melindungi pemainnya, Riedl akan bertindak tegas. Utamanya terhadap setiap pelanggaran keras yang terjadi pada laga nanti.

"Pertandingan nanti hanya uji coba saja. Tidak ada yang berarti dari laga itu," kata Riedl seusai memimpin timnas U-23 latihan di Senayan, Selasa 1 Februari 2011.

"Apabila ada dua saja pelanggaran keras dalam pertandingan nanti, saya akan menghentikan laga. Sangat simpel. Saya tidak ingin ada pemain yang cedera," lanjut pelatih asal Austria itu.

Riedl tampaknya masih trauma dengan uji coba melawan tim lokal. Permainan keras menjurus kasar yang diperagakan dua tim lokal saat beruji coba melawan timnas senior, September lalu, sempat membuatnya ragu untuk berujicoba lagi dengan tim lokal.

Riedl juga memastikan akan menurunkan pemain keturunan Belanda, Diego Michiels saat timnya bertemu Pelita. Diego telah setuju mengundurkan jadwal kepulangannya.

"Saya telah berbicara dengan pelatihnya di Belanda, dan dia mengizinkan Diego untuk tinggal di Indonesia hingga Minggu (6 Februari 2011)," kata Riedl.

"Diego akan main pada uji coba melawan Pelita," sambungnya.

Sebelum menghadapi Turkmenistan dalam laga Pra Olimpiade 2012, 23 Februari 2011, timnas U-23 akan menjalani serangkaian ujicoba. Selain melawan Pelita, timnas juga akan bertemu Hongkong, 9 dan 11 Februari nanti.

Sebelumnya, Deputi Bidang Teknik BTN, Iman Arif menyatakan akan memboyong 24 pemain ke Hongkong. Namun, Riedl justru mengatakan hanya akan membawa 21 nama saja.

Pemusatan latihan sendiri kini hanya diikuti 23 pemain saja. Kemarin, Riedl telah memulangkan satu pemain lagi yakni Alan Martha. Selanjutnya, jumlah pemain akan kembali berkurang setelah Diego kembali ke Belanda.
• VIVAnews


http://bola.vivanews.com/news/read/202575-timnas-dikasari-saat-ujicoba--riedl-stop-laga

Utamakan Persikmania dan Aremania,Bonekmania nyusul Tanda tangani NOTA DAMAI



Kediri:Kepolisian Resor Kediri Kota akan mempertemukan suporter Persik Kediri, Aremania Malang, dan Bonek Surabaya di Kediri. Mereka diminta membuat kesepakatan damai untuk mencegah bentrokan yang kerap terjadi di sepanjang jalur kereta api.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Ajun Komisaris Didit Prihantoro mengatakan pertemuan antar suporter tersebut akan dilaksanakan pada minggu ini di Mapolresta Kediri. Polisi telah melayangkan undangan kepada koordinator suporter Persik, Aremania, dan Bonek. “Kami ingin mendamaikan mereka,” kata Didit kepada Tempo, Senin (31/1).

Menurut Didit, perseteruan antar suporter selama ini tak sepenuhnya akibat fanatisme pada tim masing-masing. Sejumlah provokasi dan kesalahpahaman kerap menjadi pemicu terjadinya bentrokan. Tak hanya di lapangan, bentrokan ini juga terjadi di luar lapangan seperti sepanjang jalan bus dan kereta api.

Meski telah melakukan pengamanan dan antisipasi, bentrokan suporter yang terjadi di jalur kereta api menurut Didit sangat sulit dihindari. Bahkan kerusakan rumah dan kereta api yang mengangkut Aremania saat melintas di Kediri sudah tak terhitung lagi dalam dua bentrokan terakhir. “Kami fokus pada pengamanan jalur yang dilintasi suporter,” kata Didit menjelaskan target pertemuan itu.

Karena itu selain mengundang perwakilan suporter, polisi juga meminta Persikmania yang tinggal di sepanjang jalur kereta api turut hadir. Mereka diminta menahan diri untuk tidak menyerang kereta yang membawa suporter klub lain. Demikian pula dengan koordinator suporter di Blitar dan Tulungagung yang juga dilintasi kereta api.

Selain membahas akar perselisihan yang terjadi bertahun-tahun, pertemuan itu juga diakhiri dengan penandatanganan nota kesepakatan damai. Masing-masing koordinator akan menindak anggotanya yang tetap membandel.

Wakil Kepala Kepolisian Resor Kediri Komisaris Polisi Kuwadi mengakui adanya kendala untuk memfasilitasi pertemuan itu. Koordinator Aremania rata-rata mengaku tak bisa mengendalikan seluruh anggotanya yang tersebar di Kota Malang dan Kabupaten. “Tak ada koordinator yang bisa mewakili seluruh Aremania,” kata Kuwadi.

Karena itu dia akan memprioritaskan pertemuan Aremania dengan Persik Kediri terlebih dulu. Sebab kedua kelompok ini terlibat permusuhan yang cukup parah pasca pembakaran Stadion Brawijaya oleh Aremania pada Liga Indonesia Januari 2007 silam.

http://www.tempointeraktif.com/hg/sepakbola/2011/01/31/brk,20110131-310085,id.html

Inilah Sejarah Aremania Hingga Rivalitas dengan Bonekmania



Tahun 1988 lahirlah Yayasan Arema Fans Club (AFC) yang didirikan oleh Ir. Lucky Acub Zaenal. Yayasan ini hadir sebagai basis kelompok suporter dari Yayasan PS Arema yang didirikan setahun sebelumnya. Tahun pertama AFC berdiri dipimpin oleh Ir. Lucky Acub Zaenal dengan 13 korwil (koordinator wilayah) yang ada dibawahnya. Keberadaan AFC yang begitu formal dan eksklusif membuat kalangan suporter yang berasal dari kelas bawah tidak mampu menjangkau organisasi tersebut. AFC sendiri pada akhirnya belum mampu menciptakan kerukunan antar-suporter di Malang, sehingga harus dibubarkan pada tahun 1994.

Kondisi chaos dalam kota, dimana sering terjadi perselisihan antar-geng yang berlanjut ke dalam stadion membuat kota Malang menjadi sepi di kala Arema bertanding. Banyak toko-toko dan warung-warung tutup, bahkan hingga mengunci pintu dan jendela. Beberapa narasumber bahkan menceritakan bahwa ketika itu seorang suporter membawa batu, pentungan, dan golok adalah hal biasa . AFC yang belum mampu menyatukan elemen-elemen suporter yang ada di Malang akhirnya membubarkan diri. Menjelang bubarnya AFC, beberapa suporter sepakbola Malang berkumpul dan mendiskusikan mengenai Aremania. Beberapa nama seperti Handoko, Yuli Sumpil, Ovan Tobing, Leo Kailola, dan Lucky Acub Zaenal yang merupakan pentolan dari beberapa kelompok suporter PS Arema di Malang berkumpul dan mengambil keputusan bahwa Aremania didirikan dalam sebuah organisasi non-formal (tanpa bentuk) tetapi terus menjaga persatuan dan sportivitas. Sehingga sejak saat itu tidak ada ketua resmi dari Aremania.

Ketiadaan ketua bukan berarti menimbul perpecahan dalam Aremania. Kultur masyarakat Malang yang egaliter membangun kebersamaan dalam ketiadaan struktur organisasi tersebut. Prinsip “sama rata, sama rasa, satu jiwa” yang dimiliki oleh warga Malang menjadikan Aremania menjadi kelompok suporter yang memiliki kekompakan dan persatuan yang kuat. Rasa egaliter pula yang membuat Aremania kompak dan mudah dikendalikan oleh Yuli dan Kepet, dirigen Aremania saat ini.

Titik balik Aremania terjadi pada tahun 1993, pasca PS Arema menjuarai kompetisi Galatama PSSI. PS Arema yang pada tahun-tahun sebelumnya belum memiliki begitu banyak pendukung, mendapatkan perpindahan pendukung begitu banyak dari Ngalamania. Kedewasaan arek Malang akan dampak negatif dari anarkisme membawa dampak positif bagi perjalanan Aremania selanjutnya. Aremania lalu mempelopori untuk selalu hadir mengawal pertandingan Arema di kandang lawan. Dimulai dari Cimahi pada tanggal 31 Mei 1995, Aremania selalu mengikuti kemanapun Arema pergi dan mendukung sembari menularkan virus suporter damai kepada elemen-elemen suporter lawan.

Bulan Mei 1996 Aremania berani untuk melakukan lawatan ke stadion ‘musuh abadi’ untuk mendukung Arema dan menularkan virus perdamaian ke Bonek yang menjadi elemen suporter Persebaya. Aremania datang dengan pengawalan dari DANDIM Kota Malang pada pertandingan yang disaksikan oleh para petinggi PSSI dan gubernur Jawa Timur, dimana mereka menunjukkan eksistensi perdamaian yang dibawanya. Stadion Tambaksari yang dikenal ‘biadab’ karena jarangnya suporter lawan yang berani memasuki stadion tersebut akibat tekanan, intimidasi, kerusuhan, dan provokasi Bonek menjadi saksi eksistensi Aremania .

Rivalitas Malang Surabaya
Berbicara masalah persaingan dan rivalitas dua elemen suporter di Jawa Timur ini, maka kita tidak dapat mengesampingkan sejarah dan kultur sosial masyarakat masing-masing kota. Malang yang secara demografis adalah sebuah kota yang ada di pinggiran gunung, dimana pembangunan-pembangunan yang dilakukan sejak pemerintahan kolonial Hindia Belanda hingga zaman Orde Baru membawa kemajuan yang sangat pesat bagi kota ini. Kemajuan yang membuat masyarakatnya merasa mampu untuk menyaingi kota metropolitin sekelas Surabaya. Surabaya yang selalu dianggap ‘number one’ dalam berbagai kondisi membuat masyarakat Malang tidak terima dan menganggap arek Suroboyo adalah saingan utama mereka. Dalam tataran propinsi misalnya, dimana Malang merupakan kota kedua setelah Surabaya. Hal ini memicu kecemburuan sosial yang sangat tinggi oleh arek Malang terhadap arek Suroboyo .

Kondisi ‘tidak mau kalah’ ini membuat suhu konflik Malang-Surabaya begitu panas. Begitu juga dengan sepakbola, dimana suporter asal Malang selalu berusaha menyaingi suporter asal Surabaya. Arek Suroboyo sudah lama memiliki sifat bondho nekat, dimana pernah mereka aplikasikan dalam upaya melawan tentara sekutu dalam pertempuran 10 November 1945. Sifat bondho nekat yang masih menjadi kultur masyarakat Surabaya modern juga terbawa dalam sepakbola. Pada akhirnya, bondho nekat ini menjadikan suporter Surabaya saat itu terkesan brutal dan anarkis, seperti halnya Hooligans di daratan Eropa.

John Psipolatis pernah menyinggung akan perbedaan ‘suporter brutal’ dan ‘hooligan’ dalam kajiannya tentang sepakbola Indonesia. Ia menyatakan bahwa untuk di Indonesia lebih sesuai dengan sebutan ‘suporter brutal’, karena mereka datang ke stadion untuk menikmati pertandingan dan sesudahnya membuat onar. Sementara ‘hooligan’ belum pantas disandang oleh suporter di Indonesia karena Hooligan datang dengan niat untuk membuat kerusuhan tanpa menikmati pertandingan sepakbola.

Konflik dalam hal sepakbola dimulai sejak tahun 1967, dimana terjadi kerusuhan dalam pertandingan Liga Perserikatan antara Persebaya Surabaya melawan Persema Malang di Surabaya. Kondisi ini dibalas oleh arek-arek Malang dalam pertandingan Persema Malang melawan Persebaya Surabaya di Malang. Akhirnya, konflik suporter yang merupakan pertarungan geng Malang-Surabaya ini terus berlanjut pada tahun 70’an. Periode 80’an menjadi puncak ketegangan antara Bonek dan Ngalamania, dimana tahun 1984 terjadi ‘Perang Badar’ antara Ngalamania dengan Bonek. Peperangan yang terjadi antara Arek Malang dan Arek Suroboyo itu membuat Presiden Soeharto kala itu menyikapinya dengan ucapan “kalau sepakbola membuat persatuan hancur, lebih baik tidak usah”.

Rivalitas Bonek – Aremania
Berdirinya Armada 86 hingga berevolusi menjadi PS Arema pada tahun 1987 membuat konflik semakin memanas. Dalam kompetisi Perserikatan, Persema dan Persebaya sudah memanaskan suhu konflik antar-suporter di Jawa Timur. Dengan hadirnya Arema yang mengikuti kompetisi Galatama, suhu itu kian memanas dengan rivalitas Arema dan Niac Mitra Surabaya. Semifinal Galatama tahun 1992 yang mempertandingkan PS Arema Malang melawan PS Semen Padang di stadion Tambaksari Surabaya menghadirkan awalan baru sejarah konflik Aremania-Bonek. Arek Malang (saat itu belum bernama Aremania) membuat ulah di Stasiun Gubeng pasca kekalahan Arema Malang dari Semen Padang. Kapolda Jatim saat itu akhirnya mengangkut mereka dalam 6 gerbong kereta api untuk menghindari kerusuhan dengan Bonek.

Kejadian di Stasiun Gubeng itu membuat panas Bonek yang ada di Surabaya. Tindakan balasan mereka lakukan dengan mencegat dan menyerang rombongan Aremania pada akhir tahun 1993 saat akan melawat ke Gresik. Peristiwa ini dibalas oleh Aremania pada tahun 1996 dengan melakukan lawatan ke Stadion Tambaksari dengan pengawalan ketat DANDIM. Keberanian Aremania untuk hadir di Stadion Tambaksari kala pertandingan Persebaya melawan Arema saat itu telah membuat Bonek tidak bisa berbuat apa-apa dan harus menahan amarah mereka dengan cara menghina Aremania lewat kata-kata saja. Hal ini karena pertandingan tersebut disaksikan oleh para petinggi PSSI dan gubernur Jawa Timur saat itu, serta pengawalan ketat DANDIM kota Malang terhadap Aremania. Bagi Aremania, hal ini sudah sangat mempermalukan Bonek dengan datang langsung ke jantung pertahanan lawan sembari menunjukkan kesantunan Aremania dalam mendukung tim kesayangan. Semenjak itulah tidak ada kata damai dari Bonek kepada Aremania, dan Aremania sendiri juga menyatakan siap untuk melayani Bonek dengan kekerasan sekalipun.

Kejadian ini dibalas oleh Bonek di Jakarta pada tahun 1998. Tanggal 2 Mei 1998 dimana Aremania akan hadir dalam pertandingan Persikab Bandung vs Arema Malang, Aremania yang baru turun dari kereta di Stasiun Jakarta Pasarsenen diserang oleh puluhan Bonek. Ketika itu rombongan Aremania yang berjumlah puluhan orang menaiki bus AC yang sudah disiapkan oleh Korwil Aremania Batavia. Di tengah jalan, belum jauh dari Stasiun Pasarsenen tiba-tiba bus yang ditumpangi Aremania dihujani batuan oleh Bonek. Untuk menghindari jatuhnya korban, rombongan Aremania langsung turun dari bus untuk melawan Bonek yang menyerang mereka. Bahkan Aremania sampai mengejar-ngejar Bonek yang ada di Stasiun Pasarsenen. Tindakan Aremania ini mendapat applaus dari warga setempat, sehingga Bonek harus mundur meninggalkan area Stasiun Pasarsenen.

Kondisi rivalitas yang begitu panas antara Aremania dan Bonek membuat keduanya menandatangi nota kesepakatan bahwa masing-masing kelompok suporter tidak akan hadir ke kandang lawan dalam laga yang mempertemukan Arema dan Persebaya. Nota kesepakatan yang ditandatangani oleh Kapolda Jatim bersama kedua pemimpin kelompok suporter tersebut ditandatangani di Kantor Kepolisian Daerah Jawa Timur pada tahun 1999. Semenjak tahun 1999, maka kedua elemen suporter ini tidak pernah saling tandang dalam pertandingan yang mempertemukan kedua klub kesayangan masing-masing.

Tetapi nota kesepakatan itu tidak mampu meredam konflik keduanya. Tragedi Sidoarjo yang terjadi pada bulan Mei 2001 menunjukkan masih adanya permusuhan kedua elemen ini. Kala itu pertandingan antara tuan rumah Gelora Putra Delta (GPD) Sidoarjo melawan Arema Malang di Stadion Delta Sidoarjo dalam lanjutan Liga Indonesia VII. Karena dekatnya jarak Surabaya-Sidoarjo membuat sejumlah Bonek hadir dalam pertandingan tersebut. Menjelang pertandingan dimulai, batu-batu berterbangan dari luar stadion menyerang tribun yang diduduki oleh Aremania. Kondisi ini membuat Arema meminta kepada panpel untuk mengamankan wilayah luar stadion. Karena lemparan batu belum berhenti membuat Aremania turun ke lapangan, sementara di luar stadion justru terjadi gesekan antara Bonek dengan aparat. Turunnya Aremania ke lapangan pertandingan membuat pertandingan dibatalkan. Terdesaknya aparat keamanan yang kewalahan menghadapi Bonek membuat Aremania membantu aparat dengan memberikan lemparan balasan ke arah Bonek. Aremania pun harus dievakuasi keluar stadion dengan truk-truk dari kepolisian.

Kejadian rusuh yang berkaitan antara Aremania dengan Bonek masih berlanjut pada tahun 2006. Kekalahan Persebaya Surabaya atas Arema Malang di stadion Kanjuruhan dalam laga first leg Copa Indonesia membuat kecewa Bonek di Surabaya. Seminggu kemudian, kegagalan Persebaya Surabaya mengalahkan Arema Malang di stadion Gelora 10 November Tambaksari Surabaya membuat Bonek mengamuk. Laga yang berkesudahan 0-0 ini harus dihentikan pada menit ke-83 karena Bonek kecewa dengan kekalahan Persebaya dari Arema Malang. Kekecewaan ini mereka lampiaskan dengan merusak infrastruktur stadion, memecahi kaca stadion, dan merusak beberapa mobil dan kendaraan bermotor lain yang ada di luar stadion. ANTV yang menayangkan pertandingan tersebut meliputnya secara vulgar, bahkan berkali-kali menunjukkan gambar rekaman mengenai mobil ANTV yang dirusak oleh Bonek. Aremania menyikapi hal ini dengan menyerahkannya secara total kepada pihak berwajib dan PSSI.

Rivalitas keduanya tidak hanya hadir lewat kerusuhan dan peperangan, tetapi juga dengan nyanyian-nyanyian saat mendukung tim kesayangannya. Bonekmania, di kala pertandingan Persebaya melawan tim manapun, pasti akan menyanyikan lagu-lagu yang menghina Arema dan Aremania. Lagu-lagu yang menyebutkan Arewaria, Arema Banci, Singo-ne dadi Kucing, dan beberapa lagu lain kerap mereka nyanyikan di Stadion Gelora 10 November Tambaksari Surabaya. Hal yang sama juga dilakukan oleh Aremania, dimana lagu-lagu anti-Bonek juga mereka kumandangkan kala Arema menghadapi tim lain di Stadion Kanjuruhan. Bahkan persitiwa terbaru adalah tersiarnya kabar mengenai dikepruknya mobil ber-plat N ketika malam tahun baru di Surabaya oleh pemuda berkaos hijau (oknum Bonek?).

Atmosfir Malang – Surabaya

Seperti yang ditulis oleh Feek Colombijn dalam View from The Periphery: Football in Indonesia, dimana ia menyebut bahwa dinamika suporter di Indonesia sangat dipengaruhi oleh kebudayaan Jawa. Kultur Jawa yang mengutamakan keselarasan dalam harga diri, dimana penolakan yang amat sangat terhadap hal yang bisa mempermalukan diri sendiri, menjadi faktor utama konflik antar suporter di Indonesia. Kultur Jawa yang menghindar dari konflik dan tidak mau dipermalukan menjadi semacam dari anti-thesis dari sepakbola yang harus siap sedia untuk dipermalukan. Tetapi kultur Jawa pula yang memicu reaksi apabila penghinaan itu terjadi di depan umum dan sangat memalukan, maka ekspresi kemarahan dan anarkisme yang muncul untuk menjaga wibawa dan harga diri.

Kondisi ini yang memicu atmosfir panas Malang–Surabaya. Geng pemuda asal Malang yang dibantai oleh Bonek di tahun 1967 memicu perasaan dendam dari Arek Malang. Belum lagi persoalan rivalitas “number one”, dimana dalam level propinsi posisi Malang masih dibawah Surabaya. Sifat tidak terima Arek Malang menjadi nomor dua dibawah Arek Suroboyo ini membuat keduanya susah berjabat tangan. Persaingan atas dasar pride ini berlanjut pasca melorotnya prestasi Persema Malang, dimana Arema mengambil alih posisi rivalitas Malang-Surabaya tersebut.

Pergulatan harga diri ini terlihat jelas ketika Aji Santoso pindah dari Arema ke Persebaya, akhirnya Aji Santoso pun dianggap pengkhianat oleh Aremania. Ketika Aji Santoso ingin kembali ke Malang, ia pun harus melalui begitu banyak tim sebelum akhirnya mengakhiri karirnya bersama Arema Malang. Ahmad Junaedi pun menjadi korban rivalitas Aremania-Bonek. Ketika Ahmad Junaedi sudah menjadi bintang sepakbola nasional dan dibeli Surabaya, maka ketika Persebaya menawarkan Ahmad Junaedi untuk kembali ke Arema pun ditolak oleh Aremania. Akhirnya Arema pun lebih memilih untuk mengasah bakat Johan Prasetyo daripada memakai tenaga Ahmad Junaedi . Dalam hal simbol pun tantangan kepada Bonek juga dikumandangkan. Dengan pemilihan simbol singa menunjukkan bahwa di belantara Jawa Timur Arema ingin menjadi nomor satu, diatas Ikan Sura dan Buaya.

Arema menjadi identitas resistensi daerah terhadap pusat (Surabaya) , dimana melalui dialek jawa timur dengan tatanan huruf yang dibalik pada osob kiwalan khas Malang seolah menunjukkan bahwa Arema menjadi identitas kultural masyarakat Malang. Selain itu Arema juga merupakan pemersatu warga kota Malang yang sebelumnya terpecah pada beberapa desa/wilayah/daerah. Arek Malang selalu berusaha membedakan dirinya dengan arek Suroboyo. Ketika arek Suroboyo itu bondho nekad, maka arek Malang itu bondho duwit. Ketika Bonek itu suka membuat kerusuhan, maka Aremania ingin menyebarkan virus perdamaian. Konflik identitas juga menjadi lahan rivalitas kedua kubu suporter besar Jawa Timur ini.

Indonesia Targetkan Pimpin ASEAN

Indonesia pekan ini memulai perannya sebagai Ketua ASEAN. Peran itu sudah dilakukan saat Duta Besar Indonesia untuk ASEAN, I Gede Ngurah Swajaya, memimpin sidang resmi pertama Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara di tahun ini, Kamis 6 Januari 2010.

Demikian ungkap Sekretariat Jenderal ASEAN yang berkedudukan di Jakarta. Dalam sidang itu, Swajaya menegaskan target Indonesia, yaitu menjadikan ASEAN yang merakyat (people-centered).

"ASEAN yang merakyat merupakan kunci bagi perhimpunan ini agar berguna secara langsung bagi publik sekaligus memenuhi tujuan-tujuan Komunistas ASEAN," kata Swajaya saat memimpin rapat pertama ASEAN tahun ini di Jakarta.

Saat mengadakan rapat bersama Sekretaris Jenderal ASEAN, Surin Pitsuwan, di Istana Merdeka Desember 2010, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap agar masyarakat kian dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan ASEAN. Mereka terdiri dari kaum muda, pelajar, pelaku bisnis, dan organisasi kemasyarakatan di berbagai bidang.

Swajaya juga mengatakan, selain terus memperkuat konsolidasi internal, ASEAN juga akan terus intensif melakukan integrasi ekonomi dan hubungan multisektor di Asia Tenggara.

Indonesia resmi mengambil kepemimpinan tahunan ASEAN dari Vietnam pada 1 Januari 2011. "Indonesia punya bobot, legitimasi internasional, dan harapan global untuk menarik dukungan dan perhatian dari penjuru dunia bagi upaya membangun komunitas ASEAN, dimana kita semua terlibat di dalamnya," kata Surin.

Setelah Indonesia, kepemimpinan ASEAN tahun depan akan menjadi giliran Kamboja.



Sumber : http://dunia.vivanews.com/news/read/197989-ri-memulai-peran-sebagai-ketua-asean

Riedl Siap Kecam PSSI Jika irfan Bachdim dicoret dari TIMNAS

Pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl sepertinya akan memberikan perlawanan kepada PSSI apabila masalah non-teknis kembali merecoki skuat timnas. Jika PSSI benar-benar mencoret striker Irfan Bachdim maka pelatih asal Austria itu bisa jadi akan memberikan perlawanan kepada PSSI.

Irfan Bacdhim rencananya akan tetap memperkuat Persema Malang di kancah Liga Primer Indonesia yang merupakan liga sempalan PSSI. Oleh karena itu, Irfan Bachdim terancam di coret dari sekuat Merah Putih. Sebenarnya kecenderungan ini sudah terlihat ketika Alferd Riedl ditanya masa depannya bersama timnas Indonesia. Pelatih asal Austria itu menegasakan bahwa skuat timnas Merah Putih masih menjadi wewenangnya selama dia masih menjadi pelatih timnas Indonesia.

''Ketua umum PSSI (Nurdin Halid) bisa mendepakku kapan saja,’’ kata Riedl seperti dikutip situs affsuzukicup. ‘’Tapi, sepanjang saya masih menjadi pelatih timnas, maka saya yang menentukan bagaimana cara timnas bermain dan siapa akan bermain.''

Riedl secara jelas menegaskan bahwa urusan timnas menjadi ranah wewenangnya. Termasuk urusan coret mencoret pemain.

Dalam wawancara dengan sebuah stasiun televisi nasional, Timo Scheunemann juga tidak gentar dengan ancaman PSSI yang akan mencoret pemainnya, Irfan dan Kim Jaffrey Kurniawan, dari timnas. Pelatih Persema Malang itu yakin urusan pencoretan pemain merupakan urusan Riedl selaku pelatih timnas. ‘’Jika Irfan Bachdim dinilai layak untuk masuk timnas, saya yakin Riedl akan memanggilnya,’’ kata Timo.


Sumber : http://wongbrengkelan.blogspot.com/2011/01/alferd-riedl-siap-melawan-jika-pssi.html

10 Faktor Kemenangan Barcelona atas Real Madrid dalam El Classico 2010/2011

Mustahil...mustahil dan mustahil...kata-kata itulah yang mungkin diucapkan oleh fans dari Real Madrid.Betapa tidak,kekalahan telak 5-0 dari Barcelona sangat memukul para fans Real Madrid itu.Namun bukan para fans saja yang sangat terpukul oleh hasil yang sangat mengecewakan itu tapi para punggawa Real Madrid pun juga tertunduk lesu setelah dihajar 5-0 oleh Barcelona.Dan hasil 5-0 ini merupakan pencapaian yang sangat gemilang Barcelona.Tak tanggung-tanggung,pasukan Pep Guardiola ini berhasil memberondong gawang Iker Cassilas 5 kali.Padahal secara materi pemain,setiap lini imbang semua namun keadaan dilapangan mengatakan berbeda.Dan inilah faktor kemenangan Barcelona atas Real Madrid dalam El Classico.
1.Tak ada pressing ketat oleh pemain Real Madrid terhadap Lionel Lessi dan Xavi Hernandez.Sehinnga dengan liarnya dan ditambah skill individu yang mumpuni sangat mudah sekali menerobos pertahanan Real Madrid yang akibatnya sangat fatal bagi Real Madrid.

2.Lini tengah Barcelona sangat dominan dibandingkan lini tengah Real Madrid.Bermain dengan enjoy dan tak adanya pengawalan ketat dari pemain Real Madrid memudahkan para gelandang Barcelona memainkan bola dari kaki ke kaki yang sangat sulit untuk direbut.Sehingga ketika mendapat bola dengan mudah melakukan counter attack yang sangat cepat ke jantung pertahanan Real Madrid.

3.Pressing yang sangat ketat dilakukan Barcelona terhadap para pemain Real Madrid mulai dari lini tengah.Itulah yang menyebabkan Xabi Alonso sulit menyuplai bola ke Ronaldo dan Benzema dan para pemain lainnya karena semua gerakan pemain Real Madrid sudah dimatikan..Sehingga serangan Real Madrid jarang sekali sampai ke jantung pertahanan Barcelona.

4.Lini belakang Barcelona yang dikomandoi Puyol juga sangat solid.Ketika ada pemain Real Madrid yang lolos dari pressing ketat Barcelona,lini belakangnya tak gentar sedikitpun.Dengan koordinasi antar pemain yang terjalin baik,sedikit sekali serangan dari Ronaldo,Benzema maupun pemain lain yang mengancam gawang Victor Valdes dan sangat sedikit kesalahan yang dilakukan lini belakang Barcelona.
5.Para pemain Real Madrid bermain dengan penuh emosi,yang dipikirkan hanya kemenangan bukan bagaimana cara untuk memenangkan pertandingan.Sehingga strategi dari Mourinho tak bisa berjalan sepenuhnya dikarenakan para pemain bermain tidak rileks dan terkesan kaku penuh emosi.


6.Seringnya blunder yang sangat tidak penting dilakukan para pemain Real Madrid yang sangat menguntungkan bagi Barcelona.Karena sedikit kesalahan saja sangat fatal dan sangat mengancam pertahanan Real Madrid.


7.Skill Individu Ronaldo dan pemain Real Madrid lainnya kurang maksimal dibandingkan skill Lionel Messi dan Xavi Hernandez yang begitu lincah dalam mengolah bola.


8.Para pemain Real Madrid terlalu lama menguasai bola sehinnga ketika mau mengumpan ke pemain lain sudah tertutup oleh pressing pemain Barcelona.


9.Strategi Mourinho tidak bisa dijalankan dengan maksimal.Para pemain Real Madrid lebih sering menunggu bola,sehingga bola umpan mudah sekali dipotong pemain Barcelona.


10.Faktor Barcelona sebagai tuan rumah juga perlu diperhitungkan.Jika dilakukan di Santiago Bernabeu mungkin juga berbeda hasilnya.Puluhan ribu pendukung Barcelona yang memadati stadion Camp Nou juga berperan besar karena dengan yel-yel dan teriakan-teriakannya bisa menjatuhkan mental pemain Real Madrid.


Itulah 10 Faktor yang dimanfaatkan dengan baik oleh Barcelona.Sehingga dalam El Classico Jilid 1 musim 2010-2011 ini dimenangkan oleh El-Barca.

7 Team Sepakbola Dengan Counter Attack Terbaik


1. Real Madrid
Dengan dukungan pemain tengah yang bisa dibilang terbaik dunia untuk musim 2010 ini,counter attack yang dilakukan Real Madrid sangat ditakuti semua tim di dunia, ada C.Ronaldo,Xabi Alonso,dan Mesut Ozil dilini tengah yang selalu melakukan penampilan menawan dan umpan yang akurat dalam setiap pertandingannya sehinnga dengan mudah lini depan yang diisi G.Higuain dan Karim Benzema menceploskan bola ke gawang lawan,tapi itu semua juga tak lepas dari tangan Jenius Coach Jose Mourinho.

2. Barcelona
Ada Xavi Hernandez dan Andreas Iniesta sebagai kreator lapangan tengah yang sangat diperlukan Barcelona dalam setiap laganya karena dengan adanya mereka counter attackpun jadi sempurna dan menakutkan ditambah Lionel Messi dengan skill individunya yang mumpuni,kadang Dia menjadi Striker kadang pula jadi Gelandang serang.

3. Chelsea
Siapa yang tak kenal dengan Didier Drogba dan Nicolas Anelka…Yup…Mereka adalah striker terbaik yang pernah dimiliki Chelsea.Dengan feeling yang tajam dengan mudahnya mereka mencetak gol,namun gol demi gol itu diawali dengan permainan menarik dan cantik dari lini tengah Chelsea sendiri.Ada Frank Lampard,Florent Malouda,dan Michael Essien yang sealu memberikan assist kepada para strikernya,bahkan gol-gol yang terjadi juga banyak dari pemain tengah.

4. Arsenal
Samir Nasri dan Cesc Fabregas adalah tokoh paling sentral di Arsenal juga Andrey Arshavin yang selalu sebgai destroyer untuk pertahanan lawan.Dengan 1-2 kali sentuhan bola yang sangat cantik bisa membuat pemain lawan kedodoran dalam bertahan.Dibantu dengan striker yang lagi naik daun Marouane Chamakh tak ayal dengan mudah para pemain Arsenal mencetak gol.

5. Manchester United
Tak ada Ronaldo,Nani pun jadi.Skill yang hampir menyamai Ronaldo itulah yang membuat Sir Alex Ferguson terpikat dengan permainannya.Dibantu dengan Carrick,Fletcher dan Park Ji Sung yang selalu mengalirkan bola ke Wayne Rooney dan Dimitar Berbatov ataupun Chicarito sehingga dengan mudahnya mencetak gol ke gawang lawan.

6. Bayern Muenchen
Ada Bastian Schweinsteiger,Frank Ribery dan Thomas Muller dilini tengah yang menjadi tumpuan permainan Bayern Muenchen untuk memetik kemenangan.Didukung dengan Strikr yang sudah berpengalaman seperti Miroclav Klose,Arjen Robben dan Ivica Olic tak ayal jika setiap pertandingan selalu menang.

7. Inter Milan
Samuel Eto’o,Diego Milito dan Goran Pandev yaitu striker yang sangat ditakuti di Liga Italia.Karena dengan kecepatan dan insting yang bagus ditambah mudahnya bola mengalir dari lini tengah yang diisi oleh,Mancini,Cambiasso,Snijder dan Stankovic memudahkan mereka mencetak gol.